Perwujudan maya dari sebuah komunitas nyata, yang ingin menelusur keindahan dunia melalui karya budayanya.

maart 22, 2006

Saya Tak Pernah Pergi

Saya tak pernah pergi kok. Saya selalu ada disini. Mungkin tak terlihat. Mungkin tak ingin dilihat.

Setiap saya membaca guratan-guratan kalian, saudaraku di komunitas ini, saya hanya bisa berasa. Kadang tersenyum. Kadang pedih. Kadang sedih. Kadang rindu.

Saya tak pernah pergi. Hanya setiap melihat catatan gudang ide kita ini, saya tersumbat. Otak saya mengabut. Jari jemari saya berat untuk berloncatan di keyboard ini. Sejak terakhir kita bertemu saudaraku, sudah terlalu banyak yang terjadi, dan juga terlalu banyak yang tidak terjadi.

Benar saya tak pernah pergi. Saya tak pergi. Hati saya yang pergi. Dan rongga hitam yang di tinggalkannya menggigiti dada saya. Sesak. Sakit. Bahkan saya menangis. Saya menangis saudaraku. Entah karena sakit, entah karena kehilangan, entah karena amarah. Bahkan saya menangis. Seorang saya.

Jadi saudaraku, saya tak pernah pergi. Saya selalu disini. Mungkin tak terlihat. Mungkin tak ingin dilihat.